Potensi Nyamuk Dapat Menjadi Senjata (Alat Transmisi Plasma) Perlawanan Terhadap Covid-19

 

KUPANG, KPK – Pada Sabtu, (18/04/2020) media ini sempat melakukan bincang-bincang dengan salah satu peneliti asal Indonesia Max Umbu dengan sejumlah solusi yang bila dilihat dari kacamata awam terkesan kontroversial.

Ditengah pandemik covid-19 ini bung Max begitu sapaan akrabnya kembali melontarkan sebuah solusi terkait upaya melawan virus berbahaya ini.

Ketertarikan awak media ini bersama seorang teman lainnya Daniel Battileo dengan sedikit penasaran langsung menghubungi bung Max lewat ponsel selularnya untuk memastikan tulisan yang telah diunggah lewat sebuah grup WA itu adalah tulisan miliknya.

Dalam percakapan itu bung Max mengatakan apabila nyamuk dipakai sebagai media transfusi darah dari orang negatif corona ke orang positif corona maka seketika bencana dapat dirubah menjadi solusi berkah.

“Nyamuk yang selama ini ditakuti sebagai bencana akan berubah menjadi solusi penanganan virus corona. Kalau memang demikian kedepan kita bisa mengekspor nyamuk”. Tandas bung Max.

Ini adalah kutipan tulisan Max Umbu terkait wabah covid-19.

Potensi Nyamuk Dapat Menjadi Senjata (Alat Transmisi Plasma) Perlawanan Terhadap Covid-19

Oleh : Max Umbu

Bandung- 18 April 2020_ Sebelum melontarkan ide yang cukup kontroversial ini saya sadar sepenuhnya bahwa akan ada argumentasi atau bahkan yang non argumentatif yang akan menjadi pekerjaan baru bagi saya . Namun sebagai seorang yang bergelut dalam bidang ilmu pengetahuan dan penelitian apapun potensi dan peluang untuk melihat perubahan kedepan tetap harus dikemukakan dengan segala kemungkinan dan resikonya .

Bersamaan dengan wabah pandemi Covid-19 yang kini setelah masih melanda dunia, indonesia juga sedang dilanda serangan nyamuk demam berdarah.

Di satu sisi serangan bencana yang berlapis dan bergelombang ini dapat dipandang sebagai bencana bergelombang yang membahayakan dan mengurangi semangat perlawanan kita.
Untuk sementara ini pemahaman kita hanya sampai disitu namun dengan bantuan ilmu pengetahuan maka kita dimampukan untuk melihat potensi dibalik bencana, menggunakan bencana untuk melawan bencana.

Dalam dunia biologi sudah biasa bahwa setiap makhluk hidup memiliki musuh alami mereka sendiri. Tinggal bagaimana para peneliti dan penemu berani melakukan eksplorasi dan eksploitasi, tentu dengan berbagai perangkat dan dukungan politisi dan lain-lain dari penguasa lokal, nasional dan global.

Nyamuk malaria dapat difungsikan sebagai alat transmisi plasma darah dari pasien sembuh kepada pasien positif covid-19 . Tentu jenis pelaksanaannya harus dimodifikasi sedemikian rupa. Perlu diciptakan sebuah ruangan khusus, agar bisa mengembangbiakan nyamuk yang bisa menyedot darah pasien Covid- 19 yang mengandung plasma dengan daya antibodi yang kuat sebagai sumber penyembuh untuk kemudian dengan cara alami di transmisikan kepada pasien positif.

Cara ini sangat murah, dapat larut dilakukan secara massal, lebih cepat, dan kecepatannya melebihi percepatan perkembangan infeksi corona virus.

Ide awal yang saya usulkan ini, sangat terbuka peluang untuk diperbaiki baik itu dari sudut strategi, teknis dan praktis pelaksanaannya.

Uji coba dapat dilakukan secara tersembunyi (dan itu bukan rahasia umum lagi dalam dunia penelitian). Dan ketika itu nanti berhasil maka kita dapat membuka itu kepada publik seluas-luasnya untuk dapat menjadi sebuah perilaku baru di dalam bagaimana kita secara bersama-sama melakukan perlawanan dengan cara yang lebih mudah, efektif dan murah.

Kita bisa membayangkan berapa korban waktu, tenaga serta biaya yang harus disiapkan untuk melawan percepatan infeksi yang secara matematis tidak kan mungkin bisa ntar kejar itu. Kecuali ada satu cara yang bersifat massal dan alamiah seperti yang saya sudah sempat antarkan di atas.

Memang peran dari ilmu pengetahuan adalah bagaimana mengelola setiap potensi yang ada termasuk itu potensi bencana menjadi potensi positif yang bermanfaat (disinilah fungsi rekayasa di yang inovatif dan juga berani menanggung risiko).

Resiko di atas apapun harus segera ditempuh, anda atau kita memilih diam atau berkarat? (*/tim)

732 total views, 1 views today

Please follow and like us: