Diduga Memalsukan Dokumen Sertifikat Tanah Transad, Anselmus Djogo Dipolisikan Ahli Waris.

KUPANG, KPK –  Diduga melakukan pemalsuan Dokumen Permohonan Sertifikat Tanah dilokasi tanah Transad di RT 39, Rw 16 Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, Anselmus Djogo akhirnya berurusan dengan hukum.

Terbukti, pelapor Ester Mandala bersama para pemilik tanah yang juga ahli waris  dari purnawirawan  TNI AD berjumlah 14 orang, telah melaporkan tindakan melawan hukum  yang dilakukan Anselmus Djogo ke penyidik Polda NTT sesuai laporan Polisi Nomor :  LP/B/224/V/RRES 1.9/2020/SPKT tanggal 31 Mei 2020.

Informasi yang direkam media KPK menyebutkan, laporan kasus dimaksut telah ditindaklanjuti  pihak penyidik Polda NTT  dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi  dan  korban, termasuk terlapor Anselmus Djogo.  Selanjutnya penyelidik akan melakukan gelar perkara  untuk menentukan perkara tersebut dapat atau tidak  ditingkatkan ketahap penyidikan.

Kebenaran  ini dibuktikan juga dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pertama, Nomor : B/443/VI/RES. 1.9/2020/Ditreskrimum yang menyebutkan, perkara yang dilaporkan telah diterima dan  penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan para korban.

Pelapor Ester Mandala, mewakili para ahli waris berjumlah 14 orang kepada KPK mengatakan, pihaknya telah melaporkan Anselmus Djogo  ke pihak penyidik Polda NTT, terkait dugaan pemalsuan Dokumen Permohonan Sertifikat Tanah di lokasi Transad  Naibonat.

“Sebagai pihak yang merasa dirugikan, kami minta bapak Kapolda NTT dapat memberi perhatian terkait kasus yang dilaporkan  agar segera diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.  Intinya kami sebagai korban bisa mendapat keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum”. Harapnya.

Kuasa hukum korban, Herry FF. Battileo, SH, MH kepada media ini mengatakan, selaku kuasa hukum, pihaknya tetap mengawal laporan   korban selaku ahli waris atas dugaan pemalsuan dokumen tanah dimaksut.   “Saya harap penyidik bekerja profesional agar hak –hak korban selaku ahli waris, segera  mendapatkan keadilan dan kepastian hukum”. Tegas Herry.

Sementara itu informasi lain yang diterima KPK menyebutkan,  selain telah melakukan dugaan pemalsuan dokumen  Permohonan  Sertifikat Tanah Transad, Anselmus Djogo juga diduga telah membagi tanah Transad  kepada para pejabat di lingkup Pemkab Kupang,  anggota DPRD Kabupaten Kupang dan mantan Kepala Pertanahan Kabupaten Kupang secara sepihak tanpa dasar hukum.  (DAS)

1,866 total views, 3 views today

Please follow and like us: