Dinas ESDM NTT, Sukses Luncurkan Program 816 Unit PLTS Tahun 2020

KUPANG, KPK – Kepala Bidang (Kabid) Energi Baru Terbarukan Dinas Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs Paulus L. Kedang MM, Kepada Media KPK di ruang kerjanya, Rabu (23/12/2020) menjelaskan, program pertama yang dilakukan pihaknya dalam tahun 2020 adalah membantu masyarakat terkait jaringan PLN yang belum terjangkau secara merata, dengan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurut putra Lamaholot dari rahim Paroki St, Ignasisus Waibalun ini, Ada dua (2) PLTS yakni, pusat dan PLTS tersebar. Kalau terpusat itu panelnya terfokus pada satu tempat, dimana kepala desa harus menyiapkan lahan seluas 500 meter persegi untuk pemasangan panel dengan panel untuk penyimpanan baterai.

“Jadi penangkapan dari panel harus masuk ke baterai terlebih dahulu. selanjutnya baru ditarik jaringan ke rumah masyarakat masing – masing yang telah memiliki meteran atau dengan istilah PLN mini tapi dengan tenaga Surya,” Urainya.

Dijelaskannya, PLT tersebar itu masing-masing rumah punya panel, dimana masing-masing panel di pasang diatas atap rumah dengan satu unit panel, 3 buah bola lampu. Namun untuk tahun ini tidak ada PLT Pusat, yang ada hanya PLT tersebar sebanyak 816 unit.

Sesuai hasil wawancara dengan masyarakat, ternyata PLTS ini sangat bermanfaat. Yang pertama itu secara ekonomi meningkat, khususnya bagi ibu – ibu dikampung yang menenun pada siang hari, bisa dilanjutkan sampe malam hari karena hadirnya PLTS ini.

“Ya biasanya dalam menenun 1 buah sarung atau selimut dengan jangka waktu 2 minggu, sekarang bisa dalam 1 minggu karena bisa dilanjutkan pada malam hari. Jadi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat di kampung”.Ungkapnya.

Sementara dari aspek pendidikan, sangat membantu anak-anak dalam belajar dimalam hari. Karena anak-anak didesa pada umumnya membantu orang tua di kebun setelah pulang sekolah sehingga sangat susah malam-malam anak harus belajar dengan pelita. Dengan hadirnya PLTS ini anak-anak bisa belajar dimalam hari.

Lebih jauh Putra asli Waibalun ini menerangkan, selain sangat bermanfaat, lampu tersebut bisa di bawa kemana-mana dengan mudah.

“Dilapangan beberapa hari lalu saya turun monitoring ternyata ada keanehan. Malam-malam ke kebun bisa dibawa setelah paginya dibawa pulang untuk di cas lagi. Itu kita bantu pemerintah jika sudah ada jaringan masuk, kita ganti dengan meteran gratis bagi masyarkat ekonomi lemah dengan daya 450 kwh dengan subsidi “.Jelasnya,

Diharapkannya jika jaringan sudah masuk namun ada masyarakat yang tidak mampu dalam ekonomi untuk pengadaan meteran, tolong di catat dan dimasukan kepada kami. Semua ini demi kemanfaatan dan membantu masyarakat ekonomi lemah yang ada di kampung.

Sedangkan program lain juga sudah dilakukan dalam tahun ini adalah, pembangunan Biogas di tiga kabupaten yakni, TTS, TTU dan Malaka sebanyak 9 unit dengan kapasitas 6 meter per segi, menggunakan anggaran APBD I.

Selanjutnya diikuti program pemasangan Rootop atau listrik Tenaga Surya Atap Gedung sebanyak 7 gedung yakni, Kantor Gubernur NTT dengan kapasitas 100 KW, Kantor DPRD Provinsi NTT dengan kapasitas 40 KW.

Selain itu gedung sekolah SMAN I Kota Kupang dengan kaspasitas 25 KW, Gedung Gereja Protestan Kaisarea dengan kapasitas 25 KW, Gedung Gereja Katolik Santi Yosep Pekerja Penfui dengan kapasitas 25 KW, Gedung Masjid Nurul Iman Oebobo dengan kapasitas 25 KW, serta Gedung Gereja Pniel Oebobo dengan Kapasitas 25 Kw.(01/02)

178 total views, 1 views today

Please follow and like us: