Oknum Polisi Bripka Pradhita Kembali Terjerat Kasus Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri

KUPANG, KPK – Lagi – lagi oknum Polisi, Bripka Pradhita Hendrikus Tiara, harus kembali berurusan dengan hukum, terkait ulahnya melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri berupa memposting rekaman percakapan pribadi isterinya di Media Sosial (Medsos) Facebook.

Tindakan terlapor Bripka Pradhita yang saat ini bertugas di Bidpropam Polda NTT sebagaimana termuat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STPL/ 29/XII/Huk. 12. 10/2020 / Yanduan Tanggal 21 Desember 2020, yang dilaporkan isteri terlapor (NS) ini, akhirnya berujung pada persoalan hukum.

Fakta yang terungkap dalam STPL menyebutkan, oknum Polisi Bripka Pradhita, dilaporkan terkait dugaan perkara pelanggaran Kode Etik Profesi Polri, berupa memposting rekaman percakapan pribadi di Medsos Facebook, sebagaimana dimaksut dalam PPRI No. 1 Tahun 2013 tentang Kode Etik Profesi Polri dan atau PPRI No 2 Tahun 2013 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Informasi yang diterima media KPK menyebutkan, ulah Bripka Pradhita hingga memposting rekaman percapakan pribadi isterinya di Medsos Facebook pada (11/12/2020) tersebut telah membuat ketidaknyamanan pelapor yang merasa terganggu karena menyangkut privasi terkait persoalan rumah tangganya, yang diduga direkam oleh teman terlapor.

Hal ini juga dibenarkan isteri terlapor saat mendatangi kantor Redaksi Media KPK baru – baru ini. Dirinya mengakui kasus ini sudah dilaporkan di SPKT Polda NTT, dimana terlapor sendri yang memposting percakapan saya di FB pada (11/12/2020) , sedangkan yang merekam pembicaraan saya adalah teman terlapor.

“Waktu menjadi saksi pada sidang perceraian di pengadilan Kupang, teman terlapor telah mengakui bahwa dirinya yang merekam percakapan tersebut, dan hanya menjalankan perintah dari terlapor. Tapi anehnya saat dilakukan mediasi di SPKT Polda NTT, yang bersangkutan menyangkal bahwa bukan dia yang merekam”.Ungkap ibu empat anak ini,

Sekedar diketahui, sebelumnya oknum Polisi Bripka Pradhita juga telah tersandung kasus hubungan terlarang yang dibuktikan dengan Surat Panggilan Nomor : SPG/286/1X/2017/Bidpropam dengan Nomor Perkara : DPPPD/19/1V/2017 dan kasus tidak mengakui anak dalam kandungan isteri sahnya yang dibuktikan dengan, STPL/05/V!/Huk 12.10/2019. Yang bersangkutan juga berurusan dengan hukum dalam kasus gugatan perceraian terhadap isterinya, namun gugatannya ditolak majelis hakim. (DAS)

312 total views, 4 views today

Please follow and like us: