Tekanan Darah 150/85, Bupati Flotim Gagal Terima Vaksin Covid 19

LARANTUKAN, KPK– Bupati Flores Timur (Flotim), Anton Hadjon, ST dan Wakil Bupati, Agustinus Payong Boli, SH, MH, berserta beberapa pejabat lainnya, dinyatakan gagal menerima vaksin covid 19 tahap pertama dalam kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid 19 Sinovac, bertempat di Aula Setda Kabupaten Flotim, Kecamatan Larantuka, Rabu ( 3/3/2021). 

Penundaan menerima vaksin covid 19 terhadap Bupati Flotim ini, didasarkan pada hasil pemeriksaan dokter dan tim medis di meja 2 yang menyatakan, Bupati Anton Hadjon belum bisa menerima vaksin Sinovac karena alasan tekanan darah 150/85.

Bupati Flotim kepada media KPK diruang kerjanya mengakui dan membenarkan bahwa dirinya belum bisa menerima vaksin covid 19 karena alasan tekanan darahnya.

“Benar, sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan diberikan 16 pertanyaan untuk dijawab di meja meja2. Masalahnya pada tekanan darah 150/85, sehingga ditunda dulu”.Jelas Anton Hadjon. 

Selain Bupati dan wakil Bupati Flotim, KETUA DPRD Flotim, RobertusRebon Kereta, Sekda Flotim, dan Ketua Pengadilan Agama Flotim, juga dinyatakan gagal dan ditunda menerima vaksin Sinovac karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menerima vaksin. 

Informasi yang diterima media ini menyebutkan, kegiatan pemberian vaksin covid 19 ini adalah bertujuan untuk memutuskan mata rantai penularan dan penyebaran covid 19. 

Selain sudah menjadi program nasional, sebagai warga masyarakat diminta unutuk selalu taat dan menyukseskan program tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan pencanangan vaksinasi covid 19 ini, diberikan kepada pejabat publik esensial dan Forkopimda Flotim ini ditangani oleh dokter special penyakit dalam, serta para tim medis dari Puskesmas Nagi.(DAS)

563 total views, 5 views today

Please follow and like us: